Gejala-Gejala Vaginitis Pada Wanita

Sahabat helobray – Vaginitis dapat menghasilkan berbagai gejala seperti keputihan yang tidak normal atau meningkat, rasa gatal, bau amis, iritasi, kencing yang menyakitkan atau perdarahan  pada vagina. Ketika menderita vaginitis, Anda kemungkinan memiliki beberapa gejala, jika memiliki gejala-gejala ini, maka konsultasikan dengan dokter untuk melakukan beberapa tes atau pengujian.

Vaginitis disertai dengan pruritus, eritema dan terkadang terasa terbakar, nyeri atau perdarahan ringan. Pruritus dapat mengganggu ketika sedang tidur. Disuria atau dipareunia dapat terjadi. Vaginitis atrofi debitnya lebih sedikit, namun dispareunia sering terjadi dan jaringan vagina tampaknya tipis dan kering.

Meskipun gejala vaginitis bervariasi diantara jenis vaginitis tertentu, namun ada banyak tumpang tindihnya. Tidak setiap wanita dengan vaginitis akan mengalami semua gejala ini, akan tetapi gejala vaginitis dapat meliputi:

• Keputihan yang tidak normal.

• Iriatsi atau rasa gatal.

• Perdarahan atau bercak ringan.

• Terasa nyeri dan bisa membuat menangis dengan rasa nyeri nya.

• Nyeri saat berhubungan seksual.

• Bau yang kuat dan tidak menyenangkan setelah berhubungan seksual, itu juga bisa menjadi pertanda.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Vaginitis?

Namun vaginitis harus didiagnosis dengan melakukan pemeriksaan sekresi vagina dibawah mikroskop untuk mendeteksi jamur. Pemeriksaan dilakukan untuk mengambil sampel cairan vagina. Dengan spekulum untuk membuka vagina dan untuk melihat ke dalam vagina. Kemungkinan akan ada rasa penekanan, akan tetapi tes atau pengujiannya biasanya tidak akan menyakitkan.

Perawatan Untuk Vaginitis Pada Umumnya

Ada beberapa cara untuk mengatasi vaginitis adalah dengan cara yang tergantung pada penyebab nya seperti infeksi vaginosis bakteri yang dapat diatasi secara oral atau intra vaginal dengan resep dari dokter, infeksi ragi dapat diatasi secara oral atau intra vaginal dengan anti jamur sesuai dengan resep dari dokter.

• Serta hindari mandi dengan air panas atau wewangian dari sabun dan selalu mengeringkannya secara menyeluruh.

• Hindari mencuci bagian dalam vagina (douching) karena dapat menghilangkan bakteri yang sehat.

• Hindari menggunakan produk kebersihan lainnya (spray vagina dan yang lainnya).

• Gunakan pembalut daripada tampon jika sedang menstruasi selama infeksi.

• Gunakan pakaian berbahan katun yang longgar.

• Jika cenderung mengalami vaginitis setelah berhubungan seksual, maka gunakan pelumas.

Namun, sebelum itu Anda harus melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan kondisi Anda dengan mengetahui penyebab yang mendasarinya. Vaginitis adalah penyakit yang kebanyakan dialami oleh wanita. Karena organ kelamin wanita sangat rentan sekali terhadap penyakit jika tidak menjaga kebersihan dengan baik.

Baca juga info menari yang ada di drlaser.co.id seputar posisi tidur yang baik untuk darah tinggi disini.