Pesona Wisata Candi Borobudur di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Datang ke Magelang, Jawa Tengah, rasanya kurang kalau belum berkunjung ke tempat wisata Candi Borobudur. Sebab destinasi wisata satu ini memang salah satu daya tarik wisatawan, baik dalam maupun luar negeri.

Jadi nggak heran kalau tiap liburan tiba, tempat ini nggak pernah sepi pengunjung. Apalagi waktu hari raya Waisak, banyak umat Buddha yang bersembahyang di sini dna juga tentunya wisatawan yang ingin menyaksikan upacara keagamaan yang sakral ini.

Daya Tarik Wisata Candi Borobudur

1. Candi Buddha Terbesar di Dunia

Walaupun pemeluk agama Buddha di Indonesia termasuk minoritas, tetapi malah di tempat ini terdapat candi Buddha terbesar di dunia. Hal ini membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki peran dalam sejarah penyebaran agama Buddha.

Maka ketika hari Waisak tiba, seluruh umat Buddha di seluruh dunia pun tak jarang ikut datang demi merayakan hari suci mereka di tempat ini. Tentunya hal ini menjadi kebanggaan seluruh bangsa.

2. Relief Cantik Saksi Sejarah

Seperti umumnya candi, di tempat ini juga terdapat ukiran-ukiran di setiap batu besar yang menyusun pondasi candi. Bagi orang awam, mungkin relief ini hanya terlihat menarik semata karena tersusun dari banyak gambar.

Tapi bagi para arkeolog, relief ini sangat berharga karena dapat menguak sejarah lama. Bukan hanya sejarah tentang berdirinya candi tersebut tetapi juga sejarah peradaban dunia kala itu.

3. Mitos

Salah satu yang menarik di tempat ini adalah katanya jika kamu bisa memegang bagian dari patung buddha yang ada di dalam candi, maka apapun keinginan yang kamu ucapkan saat itu bisa terwujud. Makanya nggak heran kalau kamu sering melihat banyak orang berusaha memasukkan tangannya dari celah-celah dinding candi.

Tetapi karena mitos ini pula, pondasi candi menjadi rusak karena diinjak-injak banyak orang. Makanya sekarang aktivitas tersebut sudah nggak diperbolehkan lagi. Lagipula, tempat ini kan tempat suci ya, rasanya nggak sopan juga kalau kita main injak-injak aja candi yang bersejarah ini.

4. Tujuh Keajaiban Dunia

Udah dari lama banget kayaknya candi Borobudur pernah dinobatkan sebagai satu dari tujuh keajaiban yang ada di dunia. Pasalnya, pada zaman yang belum melek teknologi seperti sekarang, orang-orang dapat membuat candi dari batu-batu besar.

Apalagi candi tersebut sangat luas dan besar dan masih bisa berdiri dengan gagah hingga hari ini. Itulah sebabnya secara berkala dilakukan pembersihan dan pemugaran agar kerusakan akibat usia atau ulah manusia bisa diminimalisasi.

Program Pemerintah Untuk Candi Borobudur

1. Borobudur Trail of Civilization

Program ini dibentuk agar tercipta zona wisata baru di sekitar candi Borobudur. Jadi, Borobudur Trail of Civilization ini memetakan pola perjalanan baru berdasarkan pada relief candi Borobudur. Seperti yang kamu tahu, relief yang ada pada candi ini menggambarkan peradaban kerajaan di Jawa, khususnya adalah kerajaan Hindu-Buddha.

Ada setidaknya lima program yang tergabung di dalam Borobudur Trail of Civilization. Kelima jejak peradaban ini dimaksudkan untuk lebih mengenalkan budaya masyarakat sekitar sekaligus memberikan edukasi. Kelima program tersebut antara lain Ancient Kingdom Trail, Joglosemar Historic Trail, Buddhist Pilgrimage, Edu Trail, dan The Classical Indonesia Batik Route.

Ketika mengikuti program ini kamu akan diajak untuk melihat kegiatan menanam padi, belajar membuat gerabah hingga merasakan pengalaman menginap di penginapan yang berada di bawah pengawasan dan pengelolaan Balai Ekonomi Desa.

Kamu nggak usah kuatir buat datang ke sini. Hal ini karena pemerintah udah menerapkan CHSE atau Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability sehingga menjamin wisatawan yang datang agar tetap aman dan sehat.

2. Storynomic Tourism

Sama seperti Danau Toba, candi Borobudur juga memiliki cerita-cerita menarik. Salah satu cerita tersebut berupa mitos seperti yang sudah dijelaskan di atas. Hal inilah yang juga menjadi pendukung pengembangan wilayah wisata ini.

berbagai pelatihan diberikan kepada para pemandu wisata hingga kusir delman di sekitar kawasan tersebut. Dengan pemahaman yang lebih baik, mereka bisa menyampaikan informasi yang benar dan menarik kepada wisatawan.

3. Sound of Borobudur

Acara musik bertajuk budaya ini diselenggarakan dari bulan Juni tahun 2021 lalu dan rencananya akan terus berjalan hingga bulan November 2021 mendatang. Acara ini merupakan kolaborasi dari para musisi, kemenparekraf serta kementerian lain yang terkait. Nggak lupa juga pihak swasta, komunitas dan masyarakat sekitar ikut diberdayakan.

Nama-nama beken seperti Purwacaraka, Dewa Budjana, Trie Utami, Vicky Sianipar, Ivan Restore, Samuel Glenn, Morris, Nur Kholis dan masih banyak nama lain ikut menghiasi pentas musik ini. Nggak cuma dari dalam negeri, musisi dari 10 negara tetangga juga ikut bermain.

Negara-negara tersebut antara lain Filipina, Myanmar, Laos, Vietnam, Taiwan, Jepang, Tiongkok, Amerika, Spanyol, dan Italia. Selain musik, di tempat ini juga nantinya akan dipertontonkan banyak produk seni dan kuliner dari daerah sekitar Borobudur.

Meskipun wisata candi Borobudur ini hanya terlihat seperti mengunjungi batu-batu besar, tetapi ternyata ada banyak pengetahuan yang tersimpan di tiap reliefnya. Bahkan hingga kini, candi ini masih terus dikaji karena masih ada banyak bagian yang belum dipelajari.